UPAYA MENINGKATKAN
KEMAMPUAN BELAJAR BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR
POSTER PADA SISWA KELAS III SD INSAN MANDIRI TAHUN PELAJARAN 2020/2021
RATRI PURNAMA
SUCI
NIM : 856965754
ABSTRAK
Kemampuan ialah kesanggupan , yang merupakan faktor pendukung dalam
proses pembelajaran, karena mendorong individu untuk mempelajari dan sanggup dalam
penguasaan materi ajar. Pada pembelajaran diperlukan penggunaan media yang
tepat sehingga menarik perhatian siswa untuk berperan aktif. Berdasarkan observasi
awal di SD Insan Mandiri, bahwa masih ada siswa yang kurang aktif dan hanya
beberapa siswa
saja yang aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga masih terdapat yang pasif.
Oleh karenanya, penulis melakukan penelitian tindakan kelas tentang upaya
meningkatkan kemampuan belajar
Bahasa Indonesia menggunakan media
gambar poster pada siswa kelas III SD Insan Mandiri.
Penelitian ini dilakukan di kelas III yang berjumlah 25 siswa.
Penelitian dilaksanakan 2 kali, yaitu pada siklus I, terdapat peningkatan
kemampuan belajar siswa, terlihat dari skor pengamatan yang diperoleh yaitu
pada rentang skor 56-76 kategori sedang terdapat 12 siswa, sedangkan rentang
nilai 76-100 kategori tinggi terdapat 13 siswa. Pada siklus II, rentang nilai
56-76 kategori sedang terdapat 6 siswa dan rentang skor 76-100 dengan kategori
tinggi terdapat 19 siswa. Berdasarkan perolehan nilai pengamatan mengenai
kemampuan belajar Bahasa Indonesia
menggunakan media gambar yang dilakukan
pada siswa kelas III terjadi peningkatan.
Kata kunci: media gambar poster, kemampuan belajar,
Bahasa Indonesia
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
ialah proses belajar bagi setiap orang, untuk mencapai pemahaman mengenai obyek
yang spesifik. Bahasa
Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang kita tempuh dari sekolah dasar sampai perguruan
tinggi, Bahasa Indonesia mempelajari
tentang cara berbahasa yang baik dan benar. Dalam konteks sumpah pemuda pun
dijelaskan bahawa Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang wajib
dijunjung tinggi.
Kemampuan
meliputi kesanggupan seseorang menyelesaikan / mengerjakan sesuatu. Belajar
adalah proses , yang dilakukan oleh seseorang untuk perubahan sikap, sifat,
pola pikir serta kemampuan lainnya.Jadi, istilah kemampuan belajar merupakan
kesangupan tiap individu untuk berproses mendapatkan perubahan pengetahuan yang
ia pelajari.
Pada proses pembelajaran yang telah
dilaksanakan, guru memberikan penjelasan mengenai materi ajar yang akan
disampaikan dengan baik, yaitu menggunakan media pembelajaran. Namun, dalam
kegiatan tersebut masih terdapat siswa yang tidak mengikuti pembelajaran dengan
aktif, bahkan ada salah seorang siswa yang tidak memperhatikan guru.dapat
dilihat pada link:
video tersebut hampir menggambarkan
keadaan kelas yang telah dilaksanakan sebelum proses pembelajaran melaui dalam
jaringan (daring).
Media pembelajaran adalah suatu alat bantu
proses belajar mengajar,
yaitu segala sesuatu yang dipergunakan untuk merangsang kemampuan atau keterampilan pendidik, sehingga mampu melibatkan
terjadinya proses belajar yang diharapkan
pada murid.
Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan
Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan Media Gambar Poster Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun
Pelajaran 2020/2021.
B.
Rumusan Masalah
Bardasarkan latar
belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Upaya
Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi
Transportasi Menggunakan Media Gambar
Poster Pada Siswa Kelas III SD Insan
Mandiri Tahun Pelajaran 2020/2021.
C.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah, tujuan penelitian ini adalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar
Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan Media Gambar Poster Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun
Pelajaran 2020/2021.
D.
Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Manfaat dari
penelitian ini :
1. Bagi Siswa
a. Mendorong siswa untuk lebih aktif
dalam proses pembelajaran
b. Memperoleh pengalaman belajar yang
lebih bermakna dan
menyenangkan
2. Bagi Guru
a. Memperhatikan faktor yang
mempengaruhi kemampuan
belajar siswa.
b. Meningkatkan keaktifan siswa dalam
proses pembelajaran.
3. Bagi Sekolah
a. Melaksanakan proses pembelajaran yang
efektif dan efisien di sekolah
b. Meningkatkan mutu pembelajaran di
sekolah
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
A.
Belajar
1.
Pengertian
Belajar
Belajar
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap individu, karena belajar tidak
memandang usia, dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Belajar tidak selalu
dilakukan dalam lembaga formal melainkan di lembaga non formal. Belajar sangat
penting bagi kehidupan karena dengan belajar, dapat meningkatkan kualitas baik
dari segi pengetahuan dan sikap.
Menurut Slameto (2010:2) Belajar ialah proses usaha yang dilakukan pada perubahan
tingkah laku yang baru, secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman seseorang
dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Rusman (2017:76) menjelaskan bahwa belajar
merupakan faktor berpengaruh dan
berperan penting dalam pembentukan pribadi ataupun perilaku. Menurut Lefudin
(2014:4) belajar melibatkan seluruh indra yang mampu mengubah perilaku,
terhadap dirinya sendiri serta orang lain disekitarnya. Menurut Afi Parnawi
(2019:2) belajar adalah rangkaian memperoleh perubahan tingkah laku, sebagai
hasil pengalaman diri dalam berinteraksi dengan lingkungannya yang menyangkut
pemikiran, sikap, dan sifat.
Berdasarkan dari pendapat di atas, bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan dalam memperoleh suatu perubahan sebagai hasil pengalamannya sendiri
yang merupakan suatu faktor penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku
individu. Dalam hal ini individu mengalami perubahan atau pencapaian yang
diharapkan, memperoleh pengetahuan atau menemukan hal baru. Jika dalam proses
pembelajaran aspek yang dinilai dalam perubahan tingkah laku sebagai hasil
pengalaman individu itu tersebut.
2. Prinsip Belajar
(Sri
Anitah 2019:1.9) menyatakan bahwa prinsip belajar merupakan ketentuan atau
suatu hukum yang harus dijadikan pegangan di dalam pelaksanaan kegiatan
belajar. Prinsip belajar bagai suatu
hukum yang akan sangat menentukan proses dan hasil belajar.
1.
Motivasi
Motivasi
berfungsi sebagai motor penggerak aktifiitas. Motovasi belajar sangat erat
kaitannya dengan tujuan yang akan
dicapai oleh seseorang. Bila seseorang yang sedang belajar menyadari tujuan
yang hendak dicapai ada maanfaat
baginya, maka motivasi belajar akan muncul dengan sesuai dengan harapan
dari tujuan tersebut.
2.
Perhatian
Perhatian itu pula sangat erat sekali kaitannya dengan
motivasi, bahkan tidak dapat dipisahkan. Perhatian lebih memusatkan energi
psikis seseorang, yaitu pikiran dan
perasaan terhadap suatu objek yang dituju .
3.
Aktifitas
Bahwa
belajar itu sendiri merupakan aktivitas, yaitu aktivitas mental dan juga
aktivitas emosional.
4.
Balikan
Peserta
didik harus memahami, sudah atau belum paham nya ia dalam proses tersebut. Bila
ternyata masih belum benar, maka bagian mana yang ia masih belum benar dan
mengapa bisa demikian halnya demikian,
serta bagaimana seharusnya ia melakukan kegiatan belajar tersebut. untuk
itu murid perlu memperoleh balikan
secepatnya, agar ia tidak larut dalam kesalahan yang dapat menimbulkan
kegagalan dalam belajar.
5.
Perbedaan
Individual
Belajar
tidak dapat diwakilkan kepada pihak lain ataupun orang lain. Tidak belajar,
berarti tidak mendapat kemampuan. Belajar dalam proses mental dan emosional
terjadi secara individual / perorangan.
Berdasarkan
penjelasan di atas bahwa belajar memiliki suatu prinsip yang meliputi motivasi,
perhatian, aktivitas, balikan, perbedaan individual. Dari masing-masing prinsip
tersebut kita dapat mengetahui bahwa pentingnya prinsip belajar yang perlu
diperhatikan dalam proses pembelajaran.
B. Kemampuan Belajar
1. Pengertian kemampuan belajar
a. Kemampuan
Kemampuan
dikatakan sebagai daya kekuatan melakukan suatu perbuatan. Kemampuan berupa
bawaan sejak lahir, yaitu bisa merupakan hasil latihan dari praktek sebuah
obyek . Menurut (Yusdimilal;2011) “kemampuan adalah kesanggupan dalam melakukan
sesuatu. Seseorang dapat dikatakan mampu
bila ia bisa melakukan suatu tindakan yang harus ia lakukan”
b. Belajar
Belajar
adalah perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan rangkaian kegiatan
misalnya dengan membaca, mendengarkan, dan lain sebagainya (Sardiman, A.
M;2007) . Belajar diartikan “perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang
setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar (Syaiful Bahri Djamarah;2006).
Belajar ialah rangkaian mengembangkan
kemampuan dan sikap serta nilai siswa, baik kemampuan sosial, afektif, maupun psikomotor(R.
Ibrahim, Nana Syaodih S; 2010).
Dalam
proses pendidikan di sekolah dasar, belajar merupakan kegiatan paling pokok
karena dari belajar inilah diperolah kemampuan, kesanggupan dan daya kembang
siswa aktif. Berhasil tidaknya suatu capain dalam kompetensi siswa , baik
terhadap tujuan pendidikan itu bergantung kepada siswa itu sendiri menjalani
proses belajar disekolah.
Ada
beberapa pengertian , dilihat secara sempit maupun secara luas. Dalam arti luas
diartikan sebagai kegiatan psikologi dan
fisik untuk menuju ke proses
perkembangan seutuhnya. Pada arti sempit, belajar sebagai usaha atau
bentuk penguasaan materi, ilmu
pengetahuan yang merupakan kegiatan menuju terbentuknya kepribadian yang
seutuhnya. Defenisi ini dalam
prakteknya, banyak diterapkan di
sekolah. Guru berusaha memberikan ilmu sebanyak-banyaknya agar siswa giat untuk
mengumpulkan, menerima dan menerapkannya.
Dari
defenisi diatas, dikemukan hal yang penting untuk menceritakan tentang belajar, antara lain :
a)
Belajar bearti perubahan tingkah laku, perubahan itu mengarahkan kepada tingkah
laku baik dan buruk
b) Belajar merupakan perubahan yang terjadi
melalui pengalaman dan latihan
c)
Tingkah laku mengalami perubahan karena belajar, menyangkut berbagai aspek
kepribadian fisik dan mental.
Berdasarkan
pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses kegiatan seseorang yang menimbulkanperubahan, baik perubahan
pengetahuan, perubahan kecakapan, perubahan kebiasaan, perubahan kemampuan,
perubahan pengertian, maupun minat dan kemampuan yang merupakan hasil pendidikan dari
pengetahuan dan pengalaman.
c. Kemampuan Belajar
Menurut
(oemar Hamalik; 2004), kemampuan belajar adalah “suatu bentuk pertumbuhan atau
perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku, berkat pengalaman dan
latihan”. Hamalik menjelaskan bahwa tingkah laku misalnya dari tidak tahu
menjadi tahu, timbulnya pengertian yang baru, perubahan bersikap, perubahan
kebiasaan, perubahan keterampilan, perubahan kesanggupan dan menghargai
perkembangan sifat dalam kehidupan bersosial, emosional, dan pertumbuhan
jasmani. Menurut (Semiawa;2002), “kemampuan bearti hasil perubahan tingkah laku
seorang siswa setelah memperoleh pelajaran. Kemampuan itu biasanya digambarkan
dengan nilai angka atau nilai huruf.
C. Pelajaran Bahasa Indonesia
1. Definisi pembelajaran Bahasa
Indonesia
Pembelajaran
bahasa Indonesia di SD ialah secara terpadu. Pembelajaran terpadu seharusnya
sesuai dengan cara pandang anak menghayati dunianya. Oleh karena itu, saat
pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan peserta didik memahami dengan rasional
konsep yang berkaitan pembelajaran
bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya merupakan sebuah
mata pelajaran biasa, karena sudah
diajarkan sejak TK sampai dengan perguruan tinggi. Bahasa Indonesia juga
berperan penting dalam proses pembelajaran bagi siswa di sekolah.
2. Karakteristik kurikulum Bahasa
Indonesia
Kurikulum
bahasa Indonesia mempunyai karakteristik ;
·
Menggunakan pendekatan
yang komunikatif serta keterampilan
proses secara tematis integratif, dan lintas kurikulum.
·
Diutamakan variasi
serta kealamian yang kebermaknaan
dan fleksibel
·
Penggunaan metode yang
bervariasi
·
Menggunakan peluang
berbagai sumber belajar (Djuanda, 2006: 53).
Pelajaran
bahasa Indonesia tidak hanya dikenalkan
di tingkat sekolah dasar sejak kelas 1 SD, melainkan dari sebelum anak masuk
sekolah dasar. Mata pelajaran bahasa Indonesia juga didaptakan disetiap jenjang
pendidikan formal ataupun non formal . Standar kompetensi dari mata pelajaran
bahasa Indonesia bertitik berat pada hakikat pembelajaran bahasa yaitu belajar
bahasa dalam artian belajar berkomunikasi dan belajar sastra yang bearti
belajar menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya. Oleh sebab itu,
pembelajaran bahasa Indonesia bertolak ukur pada peningkatan kemampuan siswa
untuk berkomunikasi baik secara lisan ataupun tulisan, serta menghargai karya
cipta bangsa Indonesia (Hartati, 2003).
Dari
berbagai pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya di
Sekolah Dasar ialah pembelajaran yang dilaksanakan secara terpadu. Selain itu
,diarahkan pula untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar peserta didik.
3. Pedoman Pembelajaran Bahasa
Indonesia
Dapat
dilihat dari Pedoman Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar ini Mengacu
pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PERMENDIKNAS
(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) Nomor 22 Tahun 2006, tentang standar
isi, yaitu secara garis besar
pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar diarahkan agar meningkatkan
kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik
dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. Ruang lingkup dari mata pelajaran bahasa Indonesia itu sendiri
mencakup berbagai komponen kemampuan berbahasa
yang meliputi beberapa aspek yaitu aspek mendengarkan, aspek berbicara,
aspek membaca, dan aspek menulis.
Bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional yang
didapat peserta didik pada setiap
jenjang sekolah mulai dari jenjang prasekolah, sekolah dasar, menengah, sampai
ke perguruan tinggi. Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar
memiliki nilai yang sangat strategis. Pada jenjang inilah kali pertamanya
pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan
secara berencana dan juga terarah. Langkah paling awal yang dilalui oleh
guru sebelum merencanakan pembelajaran
bahasa Indonesia di Sekolah Dasar serta melaksakannya adalah memahami dengan
benar pedoman petunjuk atau karakteristik dari mata pelajaran bahasa Indonesia.
Pedoman bersumber pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ,yaitu Silabus,
dikembangkan menjadi RPP, Progam Tahunan dan juga Semester, Kalender Pendidikan
serta Jadwal Pelajaran, dan juga berbagai
perangkat lain yang sudah wajib dipersiapkan oleh pendidik. Dalam KTSP, mata
pelajaran Bahasa Indonesia ialah 6 jam pelajaran untuk setiap minggunya. Namun
peraturan tersebut diserahkan kembali ke pihak sekolah yang berwenang.
4. Tujuan Pembelajaran Bahasa
Indonesia di Sekolah Dasar
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional (PERMENDIKNAS) No. 22 Tahun 2006 tentang Standar
isi menyebutkan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar memiliki
tujuan sebagai berikut.
·
Berkomunikasi secara
efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun
tulis.
·
Menghargai dan bangga
menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
·
Memahami bahasa
Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
·
Menggunakan bahasa
Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional
dan sosial.
·
Menikmati dan
memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti,
serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
·
Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia
sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Simpulan
tujuan diatas, bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar diharapkan
agar siswa mendapat bekal yang matang untuk mengembangkan potensi dirinya
sendiri dalam dunia pendidikan dan dapat
hidup bermasyarakat dengan baik. Pada bidang pengetahuan, peserta didik dapat
memiliki pemahaman pemahaman yang mendasar tentang kebahasaan, terutama bahasa
baku, serta mempunyai sikap positif terhadap pembelajaran bahasa Indonesia
D.
Metode atau
Media
Mengajar dalam Pembelajaran
Sri
Anitah W, dkk (2019:5.4) berpendapat bahwa
Metode mengajar ialah satu komponen yang digunakan pada kegiatan
pembelajaran. Karena demi mencapai tujuan pembelajaran itu membentuk kemampuan
siswa dan diperlukan adanya metode atau cara mengajar yang lebih efektif.
penggunaan metode ataau media mengajar disini harus menciptakan terjadinya
interaksi antar peserta didik, maupun peserta didik dengan pendidik, sehingga
proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal. Oleh sebab itu, dalam
memilih dan menerapkan metode mengajar pendidik mengutamakan melakukan tindakan.
Bagaimana cara agar peserta didik belajar efektif dan maksimal. Sehingga dapat
tujuan pembelajaran yang di harapkan.
Ahmad Susanto (2013:43) mengemukakan bahwa
Metode mengajar merupakan cara yang
digunakan guru dalam mengorganisasikan serta megkoordinasikan kelas pada umumnya. Dalam menyajikan bahan
ajar khususnya. Metode diperlukan dalam rangka agar pendidik dan peserta
didik mencapai tujuan pembelajaran, di
mana dengan metode tersebut bisa memudahkan peserta didik menerima serta
memahami materi pelajaran yang diberikan oleh pendidik atau Guru.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat ditarik
kesimpulan bahwa pentingnya metode mengajar adalah komponen dari media untuk
mengajar dalam proses pembelajaran. Karena metode atau media mengajar memudahkan
siswa dalam mencerna materi yang diajarkan oleh guru, dan juga dapat berperan
pada proses pembelajaran yang berjalan secara efektif.
E. Media Belajar
1. Pengertian Media belajar
Kata
media berarti perantara . Media belajar ialah sesuatu yang dapat berfungsi
sebagai perantara, sarana ataupun alat untuk komunikasi suatu proses belajar mengajar. Media merupakan
bentuk perantara yang dipakai oleh Guru, sehingga ide tersebut bisa sampai dan
di perjelaskan dengan baik ke peserta didik.
Oemar
Hamalik (1986:43), mengemukakan bahwa Gambar adalah segala sesuatu yang
diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan atau
pikiran. Pada saat ini, gambar tidak hanya dalam bentuk 2 dimensi , ada juga
yang 3 dimensi .
2.
Media
Gambar
Dikutip dari Kamus
Besar Bahasa Indonesia, bahwa Gambar merupakan
tiruan, yang dapat berupa barang, binatang, tumbuhan dan lainnya. Jadi
dapat kita tarik kesimpulan bahwa media
gambar merupakan suatu bentuk visual,
dapat dilihat, namun tidak memiliki unsur suara ataupun audio Fungsi media gambar ialah memvisualkan
kegiatan belajar pada peserta didik, guna memotivasi belajar peserta didik
agarmempermudah konsep pembelajaran yang kompleks dan abstrak menjadi lebih
mudah dipahami.
Fungsi
media gambar pada proses kegiatan pembelajaran:
·
fungsi atensi :
Dimana gambar mengarahkan perhatian
siswa agar berkonsentrasi pada materi pelajaran yang ditampilkan menjadi
bermakna.
·
Fungsi Afektif : Dimana
media gambar dapat terlihat pada ketertarikan peserta didik saat belajar.
·
Fungsi Kognitif :
Dimana gambar terlihat dari penelitian
bahwa lambang visual mempemudah
pencapaian tujuan pembelajaran agara peserta didik mampu memahami dan mengingat
materi yang di pelajari.
3.
Manfaat
Media Gambar
Subana (1998:322) mengemukakan manfaat dari
media gambar dalam proses pembelajaran :
·
Meningkatkan
ketertarikan peserta didik
·
Mempermudah pemahaman
peserta didik
·
Mempermudah pemahaman
untuk peserta didik, secara abstrak.
·
Memperluas bagian
penting dan bagian kecil sehingga dapat diamati.
·
Menpersingkat suatu uraian penjelasan .
4. Jenis-Jenis Media Gambar
Jenis
media gambar diantaranya:
·
Realita yaitu konsep
nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. Misal contohnya: Pemandangan .
·
Model tiga dimensi yang merupakan representasi dari
benda yang sebenarnya. Seperti contohnya: mobil-mobilan.
·
Benda Grafis yang
penampilannya tidak diproyeksikan.
·
Display yang dipasang
di tempat tertentu.
5. Kelebihan Media Gambar
·
Bersifat konkrit,
gambar lebih realistis .
·
Gambar dapat mengatasi
batasan ruang
·
Media gambar dapat
mengatasi keterbatasan dari suatu pengamatan
·
Memperjelas masalah
dalam skala kecil di bidang apa saja
·
Mudah didapatkan dan
digunakan
6. Kelemahan Media Gambar
·
Gambar menekankan
persepsi dari indera mata
·
Gambar berada terlalu
kompleks untuk kegiatan pembelajaran
·
Ukuran sangat terbatas
7. Contoh Media Gambar
Contoh
media gambar untuk membantu proses pembelajaran :
·
Poster adalah gambar
berbentuk ilustrasi yang disederhanakan,
Tujuannya menarik perhatian , memotivasi, dan lain sebagainya.
·
Kartun adalah gambar
unik untuk mengemukakan gagasan.
·
Komik adalah gambar
yang unik selain kartun.Bedaannya, komik memiliki karakter yang memerankan
cerita .
·
Gambar Fotografi adalah
gambar diambil diambil dengan suatu alat digital seperti kamera .
·
Grafik adalah gambar
yang penyajian datanya berupa angka dari suatu data.
·
Bagan adalah kombinasi
antara media grafis dan foto,
menggambarkan suatu fakta atau gagasan dengan cara yang logis . Fungsinya untuk
menampilkan perbandingan.
·
Diagram adalah gambaran untuk
menerangkan suatu data yang disajikan
BAB
III
PELAKSANAAN PENELITIAN
PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek,
Tempat dan Waku Penelitian
1.
Subjek Penelitian
Pada penelitian ini, penulis memilih mata pelajaran
Bahasa Indonesia mengenai perkembangan
Alat Tekhnologi
Tranportasi . Kelas yang dijadikan sebagai
penelitian yaitu siswa kelas III SD Insan Mandiri Bandar Lampung Tahun ajaran
2020/2021 sebanyak 25 siswa, terdiri
dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan.
2. Tempat
Penelitian
Penelitian
dilaksanakan di kelas III tahun
pelajaran 2020/2021 di SD Insan Mandiri Bandar Lampung yang beralamatkan
Jalan Ratu Dibalau Gang Cempaka 8 Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota
Bandar Lampung.
3. Waktu
Penelitian
Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan
pada 26 Oktober 2020 untuk pra
siklus , tanggal 02 November 2020
untuk siklus pertama dan tanggal 09 November 2020
untuk siklus kedua. Berikut tabel jadwal pelaksanaan pembelajaran siklus:
TABEL 3.1
JADWAL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SIKLUS
|
No |
Tanggal |
Materi |
Keterangan |
|
1 |
26 Oktober 2020 |
Alat Tekhnologi Transportasi |
Pra Siklus |
|
2 |
02 November 2020 |
Alat Tekhnologi Transportasi |
Siklus I |
|
3 |
09 November 2020 |
Alat Tekhnologi Transportasi |
Siklus II |
Pihak yang membantu dalam pelaksanaan perbaikan
pembelajaran ini yaitu supervisor 1 sebagai pembimbing.
B.
Desain Prosedur
Perbaikan Pembelajaran
Sebelum melakukan penelitian tindak kelas terdapat
hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu dalam pelaksanaan penelitian ini melalui langkah siklus sebanyak dua
siklus. Dari masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu:
Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Acting), Pengamatan (Observasing)
serta Refleksi (Reflecting) (Suhasimi
Arikunto, 2006). Desain
prosedur perbaikan pembelajaran sebagai berikut.
1. Pra
Siklus
a. Perencanaan
Sebelum memulai pembelajaran guru mempersiapkan berbagai hal yang
diperlukan. Guru mempersiapkan RPP serta menyusun instrumen penelitian lembar
pengamatan terhadap minat siswa.
b. Pelaksanaan
Pada tahap
pelaksanaan, peneliti/guru melaksanakan
pembelajaran yaitu menyampaikan tujuan
pembelajaran sebelum masuk ke materi inti, memotivasi siswa, menjelaskan materi
menggunanakan media gambar poster, mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah
dijelaskan dan melakukan evaluasi
belajar siswa.
c.
Pengamatan
Pada tahap
pengamatan ini peneliti/guru mengamati
aktivitas siswa, berusaha mengumpulkan data sesuai dengan indikator yang
dicapai siswa.
d.
Refleksi
Pada tahap ini
guru melihat hasil aktivitas dalam kegiatan pembelajaran serta pemahaman siswa,
sehingga guru perlu merencanakan kembali untuk siklus I.
2.
Siklus
I
a.
Perencanaan
Pada kegiatan
pembelajaran sebelumnya ada sebagian banyak ditemukan bahawa siswa masih kurang
fokus dalam mengikuti pembelajaran. Untuk itu guru lebih mempersiapkan hal-hal
yang diperlukan dalam proses pembelajaran seperti penyusunan RPP (Rencana
Perbaikan Pembelajaran), peneliti/guru mempersiapkan media yang digunakan dalam
kegiatan pembelajaran serta lembar kerja kepada siswa, mempersiapkan beberapa
pertanyaan yang akan di ajukan kepada siswa mengenai materi pembelajaran,
mempersiapkan daftar pengamatan dalam mengumpulkan data mengenai aktivitas
siswa.
b.
Pelaksanaan
Pada tahap ini,
peneliti / guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik,
guru menyampaikan materi dengan menggunakan media gambar , masing-masing siswa
mengerjakan latihan pada lembar kerja siswa sebagai acuan yang harus di pahami
oleh siswa dan diselesaikan siswa, guru bersama siswa membahas guru memberikan kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang belum dipahami, guru memberikan pertanyaan pada
masing-masing siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, siswa
menjawab pertanyaan yang diajukan guru, grur memberikan kesempatan kepada siswa
untuk menyimpulkan mengenai materi yang telah dipelajari, gruru memberikan
penguatan di akhir pembelajaran. Pelaksanaan ini dilakukan secara dalam
jaringan (daring). Sehingga lebih memusatkan pada media ajar visual berbentuk
poster untuk meingkatkan kemampuan
belajar siswa.
c.
Pengamatan
Pada tahap ini
peneliti mengamati aktivitas siswa dengan mencatat kejadian dalam proses
pembelajaran berlangsung untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai
materi yang telah dipelajari, mengamati keaktifan siswa dalam berpartisipasi
pada kegiatan pembelajaran. Selain itu, peneliti / guru mengamati peristiwa
mengenai pemahaman materi berdasarkan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan
serta kreatifan siswa dalam mengajukan
pertanyaan, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan
kesimpulan.
d.
Refleksi
Peneliti
melakukan analsisis mengenai pembelajaran yang telah dilakukan berdasarakan
pengamatan berdasarkan data yang diperoleh guru mengenai aktivitas siswa dengan
meningkat atau tidaknya minat belajar siswa setelah menggunakan metope tanya
jawb dalam pembelajaran . Peneliti mencatat kekurangan pada siklus I, sehingga
perlu merencanakan kembali pada siklus II.
3.
Siklus
II
a. Perencanaan
Pada tahap
perencanaan di siklus II, yaitu berdasarkan dari analisis siklus I, menyusun
Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) siklus
II, memberikan arahan kepada peserta didik dalam proses kegiatan pembelajaran
serta lebih memperjelas mengenai materi yang sampaikan, hal tersebut sama
seperti siklus I yaitu melalui dalam jaringan (daring), guru mempersiapkan
lembar aktivitas mengenai peningkatan kemampuan belajar siswa.
b. Pelaksanaan
Pada tahap ini
berkaitan dengan langkah-langkah pembelajaran, yaitu memberikan topik
permasalahan serta memberikan media gambar, guru mengajukan pertanyaan kepada
siswa dan siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru, siswa diberi kesempatan
untuk memberikan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang di sampaikan.
Siswa memberikan kesimpulan mengenai materi yang telah diajarkan oleh guru, kemudian guru memberikan penguatan
kepada siswa mengenai kesimpulan materi yang disampaikan siswa.
c. Pengamatan
Pada tahap pengamatan ini guru mengamati
aktivitas siswa mengenai keaktian siswa dalam meningkat atau tidaknya kemamapuan belajar siswa pada kegiatan proses
pembelajaran, sesuai dengan indikator yang dicapai siswa.
d.
Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan pada
siklus ini, bahwa tidak diperlukan tindakan pada siklus berikutnya. Dalam
siklus II ini siswa sudah mengikuti pembelajaran dengan baik ditandai dengan keaktifan
siswa dalam kegiatan pembelajaran dan berpartisipasi dalam proses pembelajaran.
C. Teknik
Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Analisis
kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil observasi dalam menganalisis
aktivitas belajar siswa terkait dengan minat siswa dalam proses kegiatan
pembelajaran. Observasi adalah suatu teknik atau cara mengumpulkan data yang
sistematis terhadap obyek penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung
(Hardani, dkk 2020:125). Data kualitatif diperoleh dari observasi dengan
menggunakan lembar panduan observasi yang digunakan untuk mengetahui kemampuan belajar siswa
setelah diterapkan media gambar pada proses pembelajaran bahasa Indonesia .
Dalam mengetahui kemampuan belajar siswa
dengan menggunakan media gambar poster dalam pembelajaran, peneliti menganalisis menggunakan rumus sebagai
berikut:
(Sugiyono, 2012:25)
Keterangan:
Tabel 3.2
Kriteria Pesentase Minat Belajar Siswa
|
Persentase
Skor Minat (%) |
Kriteria |
|
76-100 |
Tinggi |
|
56-76 |
Sedang |
|
0-56 |
Rendah |
(Suharsimi
Arikunto dalam Sriani, 2013:28)
Berikut
adalah tahapan kegiatan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan:
SIKLUS
I
|
REFLEKSI |
|
PERENCANAAN |
|
PELAKSANAAN |
|
OBSERVASI |
Gambar 3.1 Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Tindakan
Kelas Siklus I
SIKLUS
II
|
REFLEKSI |
|
PERENCANAAN |
|
PELAKSANAAN |
|
OBSERVASI |
Gambar 3.1 Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Tindakan
Kelas Siklus II
BAB
IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Deskripsi
Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Berdasarkan hasil pelaksanaan
pembelajaran yang dilaksanakan selama pra siklus, siklus 1 dan siklus 2
terhadap kelas 3 SD Insan Mandiri Bandar lampung melalui penerapan media gambar
poster untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia diperoleh hasil observasi mengenai
kemampuan belajar siswa sebagai berikut.
-Pra Siklus
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan mengenai kemampuan belajar siswa pada pra siklus
siswa yang berada pada rentang skor 0-56 adalah 10 siswa denga kriteria minat
siswa yang rendah , sedangkan rentang skor 56-76 adalah 12 siswa dengan
kriteria minat siswa sedang , dan pada
rentang skor 76-100 adalah 3 siswa dengan kriteria minat siswa tinggi. Hal
tersebut dapat diartikan bahwa minat belajar siswa masih sangat rendah,
dikarenakan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan antusias hanya beberapa
siswa. Sehingga dilakukan siklus I yaitu perbaikan pembelajaran daripada pra
siklus, guru berusaha lebih baik lagi dengan menggunakan media gambar dengan memberikan pertanyaan secara langsung
kepada siswa, namun dengan memberikan dorongan terhadap siswa agar siswa mampu
menjawab pertanyaan dengan baik serta siswa mampu mengajukan pertanyaan kepada
guru mengenai materi yang disampaikan.
-Siklus I
Berdasarkan
pengamatan pada siklus I , yang mengacu pada siklus sebelumnya, bahwa terdapat
peningkatan dari skor/ nilai yang diperoleh mengenai pengamatan terhadap
kemampuan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pada rentang skor 0-56
tidak terdapat siswa yang mendapatkan nilai rendah, sedangkan pada rentang skor
56-76 terdapat 12 siswa dengan kriteria siswa sedang dan pada rentang skor
76-100 terdapat 13 dengan kriteria minat siswa tinggi. Hal tersebut dapat
diartikan terjadi peningkatan kemampuan
belajar siswa, dalam hal ini sangat berpengaruh pembelajaran Bahasa
Indonesia menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa.
-Siklus II
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan pada siklus II ini,
terjadi peningkatan terhadap kemampuan belajar siswa dengan menggunakan
media gambar poster untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada rentang skor
0-56 tidak terdapat siswa yang termasuk ke dalam kategori rendah. Sedangkan
pada rentang skor 56-76 terdapat 6 siswa dengan kategori kemampuan belajar
sedang dan pada rentang skor 76-100 terdapat 19
siswa dengan katergori kemampuan belajar yang tinggi. Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan belajar
siswa, hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan media gambar poster..
B.
Pembahasan Hasil
Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Terdapat peningkatan kemampuan siswa dengan
menggunakan media
gambar poster yaitu
meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
1. Siklus
I
Pada siklus I dilakukan melaui dalam jaringan (daring) menunjukkan bahwa
terjadi peningkatan kemampuan belajar siswa dengan menggunakan media gambar
berwarna pada pelajaran Bahasa Indonesia. Pada siklus tersebut terdapat
perbedaaan skor terhadap pra siklus. Siklus I rata-rata siswa memperoleh
kategori baik selebihnya memperoleh kategori sangat baik berdasarkan
perhitungan skor pada observasi minat belajar siswa.. Pada pra siklus siswa tdak aktif dalam mengikuti
pelajaran. Namun pada siklus I rata-rata siswa mengikuti
pembelajaran dengan antusias. Karena pada siklus I telah menggunakan metode
gambar berwarna dimana media tersebut
menuntut siswa agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan siswa
diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada guru terkait dengan materi
yang belum dipahami. Dalam siklus I siswa sudah menunjukan antusiasnya dalam mengikuti
proses pembelajaran dengan aktif dalam menjawab pertanyaan serta mengajukan
pertanyaan. Pada siklus ini guru berperan dalam memberikan dorongan kepada peserta didik serta menghargai jawaban yang disampaikan speserta didik atas pertanyaan yang diberikan, setelah semua
pertanyaan diajukan kepada guru, guru
memberikan pembahasan mengenai jawaban dari siswa. Pada siklus ini terjadi
peningkatan kemampuan belajar siswa yang tinggi dengan menggunakan media
gambar berwarna Namun pada siklus ini perlu dilanjutkan ke siklus II karena
masih beberapa siswa yang kurang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
2. Siklus
II
Pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibanding
sebelumnya di siklus I, pada siklus ini digunaka media gambar poster , yang
mana poster tersebut digunakan untuk media pembelajaran yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan belajar siswa. Dalam siklus II untuk siswa dengan kategori sangat baik lebih banyak dibanding
siklus I. Pada siklus ini siswa telah dengan mudah memahami materi yang
diajarkan karena siswa hanya perlu pemahaman lebih lanjut dari kegiatan siklus
I dan siswa telah termotivasi untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
media gambar poster. Hal ini dapat menuntut siswa agar lebih aktif dan berani
dan memberikan pertanyaan atau jawaban sehingga siswa lebih tertarik dan
semangat dan mengikuti kegiatan pembelajaran
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
A.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian tindakan kelas diperoleh
kesimpulan bahwa dengan menggunakan media gambar poster kepada siswa dapat
meningkatkan kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III SD Insan Mandiri Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2020/2021. Pelaksanaan
pembelajaran dengan menggunakan media gambar poster mampu meningkatkan kemampuan belajar siswa . Karena dengan menerapkan
media gambar didalam proses
pembelajaran aktivitas siswa dituntut agar lebih aktif untuk berinteraksi
sesama siswa maupun guru. Sehingga terjadinya perubahan aktivitas siswa yang
lebih aktif dan lebih memahami materi yang disampaikan. Dalam kegiatan
pembelajaran menggunakan media gambar poster ini siswa termotivasi
untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Pada pra siklus rata-rata skor
siswa memperoleh 62,2 dengan kategori rendah
sedangkan pada siklus 1 siswa mengalami peningkatan yaitu memperoleh rata-rata
skor sebesar 77,88
dengan kategori tinggi
dan pada siklus II rata-rata siswa memperoleh peningkatan dengan rata-rata skor
80,92 kategori tinggi. Berdasarkan data tersebut
dapat disimpulkan bahwa media gambar poster dalam pembelajaran
dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa.
B.
SARAN TINDAK LANJUT
Berdasarkan penelilitian
tindakan kelas, saran yang mungkin menjadi bahan masukan antara lain sebagai
berikut:
1.
Bagi
guru dalam proses pembelajaran harus mampu mengelola proses pembelajaran pada suatu media yang diterapkan dapat berjalan sesuai harapan.
2.
Sebaiknya
guru lebih inovatif
lagi, dalam menilik faktor apa saja yang
mempengaruhi
kemampuan siswa dalam pembelajaran.
3. Bagi siswa,
sebaiknya mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keaktifan dalam proses
pembelajaran.
Bahasa Indonesia merupakan
salah satu mata pelajaran wajib dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi,
karena mata pelajaran tersebut mempelajari tentang kehidupan sehari-hari.
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang wajib kita junjung tinggi sebagai
warga Negara Indonesia seperti yang tertuang dalam isi sumpah pemuda.
Kemampuan merupakan suatu kesanggupan seseoramg
untuk melakukan sesuatu. Kemampuan meliputi kesanggupan seseorang menyelesaikan
atau mengerjakan sesuatu..Belajar adalah suatu bentuk proses yang dilakukan
oleh seseorang atau tiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku,
baik dalam bentuk pengetahuan, sikap, pola pikir, pemahaman dan berbagai
kemampuam lainnya. Jadi, istilah kemampuan belajar merupakan kesanngupan
seseorang untuk berproses mendapatkan perubahan pengetahuan.
Pada proses pembelajaran yang telah
dilaksanakan, guru memberikan penjelasan mengenai materi ajar yang akan disampaikan
dengan baik yaitu menggunakan media pembelajaran. Namun dalam kegiatan tersebut
masih terdapat siswa yang tidak mengikuti pembelajaran dengan aktif, bahkan ada
salah seorang siswa yang tidak memperhatikan guru dapat dilihat pada link:
video tersebut hampir menggambarkan
keadaan kelas yang telah dilaksanakan sebelum proses pembelajaran melaui dalam
jaringan (daring).
Media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar
yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran,
perasaan, perhatian
dan kemampuan atau keterampilan pendidik sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar pada peserta didik.
Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan
Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan Media Gambar Poster Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun
Pelajaran 2020/2021.
E.
Rumusan Masalah
Bardasarkan latar
belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Upaya
Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi
Transportasi Menggunakan Media Gambar
Poster Pada Siswa Kelas III SD Insan
Mandiri Tahun Pelajaran 2020/2021.
F.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah, tujuan penelitian ini adalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa
Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan Media Gambar Poster Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun
Pelajaran 2020/2021.
G.
Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini di antaranya:
·
Bagi Siswa
a. Mendorong
siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.
b. Siswa
dapat menyelesaikan dengan baik lembar kerja yang diberikan guru.
c. Memperoleh pengalaman belajar yang
lebih bermakna.
·
Bagi Guru
-
Memperhatikan faktor yang
mempengaruhi kemampuan belajar
siswa.
-
Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
-
Mempermudah guru mengetahui
pemahaman siswa mengenai materi Bahasa Indonesia yang diberikan.
·
Bagi Sekolah
-
Menjadi sarana proses pembelajaran yang efektif dan efisien di sekolah
-
Meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah
DAFTAR PUSTAKA
Anitah,Sri dkk. (2019). Strategi Pembelajaran di SD. Tanggerang Selatan:
Universitas Terbuka.
Arikunto,Suharsimi.
(2006). Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Djamrah, Syaiful Bahri.
(2011). Psikologi Belajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Djamrah, Syaiful Bahri dan Aswin Zain. (2010). Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rineka Cipta.
Ibrahim, R dan Nana
Syaodih. (2010). Perencanaan Pengajaran.Jakarta: Rineka Cipta.
Lefudin. (2014). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish.
Parnawi,
Afi. (2019). Psikologi Belajar.
Yogyakarta: Deepublish.
Rusman. (2017). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:
Kencana.
Sabri,
A. (2005). Strategi Belajar Mengajar dan
Micro Teaching. Jakarta:
Quantum..
Semiawan, Cony. (2009).
Psikologi Anak Berbakat. Jakarta:
Gramedia.
Slameto.(2010). Belajar
dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka
Cipta.
Solihatin, Etin. (2009). Strategi Pembelajaran PKn. Jakarta: Bumi
Aksara.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Susanto, Ahmad. (2013). Teori Belajar dan pembelajaran di Sekolah Dasar.
Jakarta: Prenadamedia Group.
Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
silakan download contoh karil : klik disini
semoga blog ini dapat menjadi referensi teman-teman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar