Sabtu, 31 Juli 2021

MATERI MATEMATIKA KELAS 4 SD SEMESTER 1 KURIKULUM 2013 PECAHAN BIASA DAN PECAHAN CAMPURAN

 



Pecahan adalah salah satu materi matematika di kelas 4 SD pada kurikulum 2013 . Disini yang akan saya bahas adalah pecahan biasa dan pecahan senilai .


apa itu pecahan biasa ?

pecahan biasa adalah pecahan yang hanya terdiri atas pembilang dan penyebut .

pecahan biasa yang dapat diubah menjadi pecahan campuran adalah pecahan tidak murni.







silakan download persentasi berikut , kami sediakan dalam bentuk pdf  disini

silakan download persentasi berikut , kami sediakan dalam bentuk word disini

lebih jelas lagi kami sampaikan dalam video youtube : 



sekian yang dapat saya sampaikan dalam pembelajaran matematika tentang pecahan biasa dan pecahan campuran, semoga tulisan saya dapat bermanfaat .

terima kasih 💗




Senin, 19 Juli 2021

DOWNLOAD BUKU SISWA KELAS 1 SD / MI KURIKULUM 2013 REVISI 2017

 Assallamualaikum wr wb

Kementrian Pendidikan mengeluarkan buku belajar untuk siswa dan guru , salah satunya adalah siswa kelas 1 SD/MI. Untuk mempermudah akses guru dan siswa memilikinya , disini saya coba sajikan untuk bisa di download dengan guru/siswa yang membutuhkan buku ini untuk proses belajar mengajar .


Buku siswa kelas 1 tema 1 - diriku ( download )

Buku siswa kelas 1 tema 2 - kegemaranku ( download )

Buku siswa kelas 1 tema 3 - kegiatanku ( download )

Buku siswa kelas 1 tema 4 - keluargaku ( download )


selamat belajar, semoga bermanfat .






Minggu, 18 Juli 2021

PPPK BELAJAR MANIDIRI P3K GURU MATEMATIKA

 

 assallamualaikum wr wb

berikut  modul belajar mandiri untuk p3k guru matematika

MODUL PEMBELAJARAN 1 klik disini

MODUL PEMBELAJARAN 2 klik disini

MODUL PEMBELAJARAN 3 klik disini

MODUL PEMBELAJARAN 4 klik disini

MODUL PPEMBELAJARAN 5 klik disini

MODUL PEMBELAJARAN 6 klik disini

selamat belajar bapak ibu guru calon PPPK Guru Matematika

semoga bermanfaat.

Jumat, 16 Juli 2021

CONTOH KARIL / KARYA ILMIAH S1 PGSD UT

 

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR POSTER PADA SISWA KELAS III SD INSAN MANDIRI TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

 

RATRI PURNAMA SUCI

NIM : 856965754

ratripurnamasuci789@gmail.com

 

ABSTRAK

 

Kemampuan ialah kesanggupan , yang merupakan faktor pendukung dalam proses pembelajaran, karena mendorong individu untuk mempelajari dan sanggup dalam penguasaan materi ajar. Pada  pembelajaran diperlukan penggunaan media yang tepat sehingga menarik perhatian siswa untuk berperan aktif. Berdasarkan observasi awal di SD Insan Mandiri, bahwa masih ada siswa yang kurang aktif dan hanya beberapa siswa
saja yang aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga masih terdapat yang pasif. Oleh karenanya, penulis melakukan penelitian tindakan kelas tentang upaya meningkatkan kemampuan  belajar Bahasa  Indonesia menggunakan media gambar poster pada siswa kelas III SD Insan Mandiri.

Penelitian ini dilakukan di kelas III yang berjumlah 25 siswa. Penelitian dilaksanakan 2 kali, yaitu pada siklus I, terdapat peningkatan kemampuan belajar siswa, terlihat dari skor pengamatan yang diperoleh yaitu pada rentang skor 56-76 kategori sedang terdapat 12 siswa, sedangkan rentang nilai 76-100 kategori tinggi terdapat 13 siswa. Pada siklus II, rentang nilai 56-76 kategori sedang terdapat 6 siswa dan rentang skor 76-100 dengan kategori tinggi terdapat 19 siswa. Berdasarkan perolehan nilai pengamatan mengenai kemampuan belajar Bahasa Indonesia  menggunakan media gambar  yang dilakukan pada siswa kelas III terjadi peningkatan.

 

Kata kunci: media gambar poster, kemampuan belajar, Bahasa Indonesia


 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.       Latar Belakang

 

Pendidikan ialah proses belajar bagi setiap orang, untuk mencapai pemahaman mengenai obyek yang  spesifik. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang kita  tempuh dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, Bahasa Indonesia  mempelajari tentang cara berbahasa yang baik dan benar. Dalam konteks sumpah pemuda pun dijelaskan bahawa Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang wajib dijunjung tinggi.

            Kemampuan meliputi kesanggupan seseorang menyelesaikan / mengerjakan sesuatu. Belajar adalah proses , yang dilakukan oleh seseorang untuk perubahan sikap, sifat, pola pikir serta kemampuan lainnya.Jadi, istilah kemampuan belajar merupakan kesangupan tiap individu untuk berproses mendapatkan perubahan pengetahuan yang ia pelajari.

Pada proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, guru memberikan penjelasan mengenai materi ajar yang akan disampaikan dengan baik, yaitu menggunakan media pembelajaran. Namun, dalam kegiatan tersebut masih terdapat siswa yang tidak mengikuti pembelajaran dengan aktif, bahkan ada salah seorang siswa yang tidak memperhatikan guru.dapat dilihat pada link:

https://youtu.be/xc0se5lAZtg

video tersebut hampir menggambarkan keadaan kelas yang telah dilaksanakan sebelum proses pembelajaran melaui dalam jaringan (daring).

Media pembelajaran adalah suatu alat bantu   proses belajar mengajar,  yaitu  segala sesuatu yang  dipergunakan untuk  merangsang kemampuan  atau keterampilan  pendidik, sehingga mampu melibatkan terjadinya proses belajar yang diharapkan  pada murid.

Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan  Media Gambar Poster  Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun Pelajaran 2020/2021.

B.     Rumusan Masalah

Bardasarkan latar belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Upaya Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan  Media Gambar Poster  Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun Pelajaran 2020/2021.

C.  Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan  Media Gambar Poster  Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun Pelajaran 2020/2021.

D.   Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Manfaat  dari penelitian ini :

1.    Bagi Siswa

a.    Mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran

b.    Memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan

2.    Bagi Guru

a.    Memperhatikan faktor yang mempengaruhi kemampuan belajar siswa.

b.    Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

3.    Bagi Sekolah

a.    Melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien di sekolah

b.    Meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.     Belajar

1.      Pengertian Belajar

Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap individu, karena belajar tidak memandang usia, dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Belajar tidak selalu dilakukan dalam lembaga formal melainkan di lembaga non formal. Belajar sangat penting bagi kehidupan karena dengan belajar, dapat meningkatkan kualitas baik dari segi pengetahuan dan sikap.

Menurut  Slameto (2010:2) Belajar ialah  proses usaha yang dilakukan pada perubahan tingkah laku yang baru, secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut   Rusman (2017:76) menjelaskan bahwa belajar merupakan faktor  berpengaruh dan berperan penting dalam pembentukan pribadi ataupun perilaku. Menurut Lefudin (2014:4) belajar melibatkan seluruh indra yang mampu mengubah perilaku, terhadap dirinya sendiri serta orang lain disekitarnya. Menurut Afi Parnawi (2019:2) belajar adalah rangkaian memperoleh perubahan tingkah laku, sebagai hasil pengalaman diri dalam berinteraksi dengan lingkungannya yang menyangkut pemikiran, sikap, dan sifat.

 Berdasarkan dari pendapat di atas, bahwa  belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan dalam memperoleh suatu perubahan sebagai hasil pengalamannya sendiri yang merupakan suatu faktor penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Dalam hal ini individu mengalami perubahan atau pencapaian yang diharapkan, memperoleh pengetahuan atau menemukan hal baru. Jika dalam proses pembelajaran aspek yang dinilai dalam perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu itu tersebut.

2. Prinsip Belajar

(Sri Anitah 2019:1.9) menyatakan bahwa prinsip belajar merupakan ketentuan atau suatu hukum yang harus dijadikan pegangan di dalam pelaksanaan kegiatan belajar. Prinsip belajar  bagai suatu hukum yang akan sangat menentukan proses dan hasil belajar.

1.      Motivasi

Motivasi berfungsi sebagai motor penggerak aktifiitas. Motovasi belajar sangat erat kaitannya  dengan tujuan yang akan dicapai oleh seseorang. Bila seseorang yang sedang belajar menyadari tujuan yang hendak dicapai ada maanfaat  baginya, maka motivasi belajar akan muncul dengan sesuai dengan harapan dari tujuan tersebut.

2.      Perhatian

Perhatian  itu pula sangat erat sekali kaitannya dengan motivasi, bahkan tidak dapat dipisahkan. Perhatian lebih memusatkan energi psikis seseorang,  yaitu pikiran dan perasaan terhadap suatu objek yang dituju .

3.      Aktifitas

Bahwa belajar itu sendiri merupakan aktivitas, yaitu aktivitas mental dan juga aktivitas emosional.

4.      Balikan

Peserta didik harus memahami, sudah atau belum paham nya ia dalam proses tersebut. Bila ternyata masih belum benar, maka bagian mana yang ia masih belum benar dan mengapa bisa demikian halnya demikian,  serta bagaimana seharusnya ia melakukan kegiatan belajar tersebut. untuk itu murid perlu  memperoleh balikan secepatnya, agar ia tidak larut dalam kesalahan yang dapat menimbulkan kegagalan dalam belajar.

5.      Perbedaan Individual

Belajar tidak dapat diwakilkan kepada pihak lain ataupun orang lain. Tidak belajar, berarti tidak mendapat kemampuan. Belajar dalam proses mental dan emosional terjadi secara individual / perorangan.

Berdasarkan penjelasan di atas bahwa belajar memiliki suatu prinsip yang meliputi motivasi, perhatian, aktivitas, balikan, perbedaan individual. Dari masing-masing prinsip tersebut kita dapat mengetahui bahwa pentingnya prinsip belajar yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran.

B. Kemampuan Belajar

1. Pengertian kemampuan belajar

a. Kemampuan

Kemampuan dikatakan sebagai daya kekuatan melakukan suatu perbuatan. Kemampuan berupa bawaan sejak lahir, yaitu bisa merupakan hasil latihan dari praktek sebuah obyek . Menurut (Yusdimilal;2011) “kemampuan adalah kesanggupan dalam melakukan sesuatu. Seseorang dapat dikatakan  mampu bila ia bisa melakukan suatu tindakan yang harus ia lakukan”

b. Belajar

Belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan rangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mendengarkan, dan lain sebagainya (Sardiman, A. M;2007) . Belajar diartikan “perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar (Syaiful Bahri Djamarah;2006). Belajar ialah rangkaian  mengembangkan kemampuan dan sikap serta nilai siswa, baik kemampuan  sosial, afektif, maupun psikomotor(R. Ibrahim, Nana Syaodih S; 2010).

Dalam proses pendidikan di sekolah dasar, belajar merupakan kegiatan paling pokok karena dari belajar inilah diperolah kemampuan, kesanggupan dan daya kembang siswa aktif. Berhasil tidaknya suatu capain dalam kompetensi siswa , baik terhadap tujuan pendidikan itu bergantung kepada siswa itu sendiri menjalani proses belajar disekolah.

Ada beberapa pengertian , dilihat secara sempit maupun secara luas. Dalam arti luas diartikan sebagai kegiatan psikologi dan  fisik untuk  menuju ke proses perkembangan seutuhnya. Pada arti sempit, belajar sebagai usaha atau bentuk  penguasaan materi, ilmu pengetahuan yang merupakan kegiatan menuju terbentuknya kepribadian yang seutuhnya. Defenisi  ini dalam prakteknya,  banyak diterapkan di sekolah. Guru berusaha memberikan ilmu sebanyak-banyaknya agar siswa giat untuk mengumpulkan, menerima dan menerapkannya.

Dari defenisi diatas, dikemukan hal yang penting untuk menceritakan  tentang belajar, antara lain :

a) Belajar bearti perubahan tingkah laku, perubahan itu mengarahkan kepada tingkah laku baik dan buruk

 b) Belajar merupakan perubahan yang terjadi melalui pengalaman dan latihan

c) Tingkah laku mengalami perubahan karena belajar, menyangkut berbagai aspek kepribadian fisik dan mental.

Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah  proses kegiatan seseorang  yang menimbulkanperubahan, baik perubahan pengetahuan, perubahan kecakapan, perubahan kebiasaan, perubahan kemampuan, perubahan pengertian, maupun minat dan kemampuan  yang merupakan hasil pendidikan dari pengetahuan dan pengalaman.

c. Kemampuan Belajar

Menurut (oemar Hamalik; 2004), kemampuan belajar adalah “suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam  cara bertingkah laku, berkat pengalaman dan latihan”. Hamalik menjelaskan bahwa tingkah laku misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian yang baru, perubahan bersikap, perubahan kebiasaan, perubahan keterampilan, perubahan kesanggupan dan menghargai perkembangan sifat dalam kehidupan bersosial, emosional, dan pertumbuhan jasmani. Menurut (Semiawa;2002), “kemampuan bearti hasil perubahan tingkah laku seorang siswa setelah memperoleh pelajaran. Kemampuan itu biasanya digambarkan dengan nilai angka atau nilai huruf.

C. Pelajaran Bahasa Indonesia

1. Definisi pembelajaran Bahasa Indonesia

Pembelajaran bahasa Indonesia di SD ialah secara terpadu. Pembelajaran terpadu seharusnya sesuai dengan cara pandang anak menghayati dunianya. Oleh karena itu, saat pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan peserta didik memahami dengan rasional konsep yang berkaitan  pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya merupakan sebuah mata pelajaran  biasa, karena sudah diajarkan sejak TK sampai dengan perguruan tinggi. Bahasa Indonesia juga berperan penting dalam proses pembelajaran bagi siswa di sekolah.

2. Karakteristik kurikulum Bahasa Indonesia 

Kurikulum bahasa Indonesia mempunyai karakteristik ;

·        Menggunakan pendekatan yang  komunikatif serta keterampilan proses secara tematis integratif, dan lintas kurikulum.

·        Diutamakan variasi serta kealamian yang  kebermaknaan dan  fleksibel

·        Penggunaan metode yang bervariasi

·        Menggunakan peluang berbagai sumber belajar (Djuanda, 2006: 53).

Pelajaran bahasa Indonesia tidak hanya  dikenalkan di tingkat sekolah dasar sejak kelas 1 SD, melainkan dari sebelum anak masuk sekolah dasar. Mata pelajaran bahasa Indonesia juga didaptakan disetiap jenjang pendidikan formal ataupun non formal . Standar kompetensi dari mata pelajaran bahasa Indonesia bertitik berat pada hakikat pembelajaran bahasa yaitu belajar bahasa dalam artian belajar berkomunikasi dan belajar sastra yang bearti belajar menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya. Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa Indonesia bertolak ukur pada peningkatan kemampuan siswa untuk berkomunikasi baik secara lisan ataupun tulisan, serta menghargai karya cipta bangsa Indonesia (Hartati, 2003).

Dari berbagai pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa  pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya di Sekolah Dasar ialah pembelajaran yang dilaksanakan secara terpadu. Selain itu ,diarahkan pula untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar peserta didik.

3. Pedoman Pembelajaran Bahasa Indonesia

Dapat dilihat dari Pedoman Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar ini Mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PERMENDIKNAS (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) Nomor 22 Tahun 2006, tentang standar isi,  yaitu secara garis besar pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar diarahkan agar meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. Ruang lingkup dari  mata pelajaran bahasa Indonesia itu sendiri mencakup berbagai komponen kemampuan berbahasa  yang meliputi beberapa aspek yaitu aspek mendengarkan, aspek berbicara, aspek membaca, dan aspek menulis.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang  didapat peserta didik  pada setiap jenjang sekolah mulai dari jenjang prasekolah, sekolah dasar, menengah, sampai ke perguruan tinggi. Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar memiliki nilai yang sangat strategis. Pada jenjang inilah kali pertamanya pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan  secara berencana dan juga terarah. Langkah paling awal yang dilalui oleh guru sebelum merencanakan  pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar serta melaksakannya adalah memahami dengan benar pedoman petunjuk atau karakteristik dari mata pelajaran bahasa Indonesia. Pedoman bersumber pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ,yaitu Silabus, dikembangkan menjadi RPP, Progam Tahunan dan juga Semester, Kalender Pendidikan serta Jadwal Pelajaran, dan juga  berbagai perangkat lain yang sudah wajib dipersiapkan oleh pendidik. Dalam KTSP, mata pelajaran Bahasa Indonesia ialah 6 jam pelajaran untuk setiap minggunya. Namun peraturan tersebut diserahkan kembali ke pihak sekolah yang berwenang.

4. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (PERMENDIKNAS) No. 22 Tahun 2006 tentang Standar isi menyebutkan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar memiliki tujuan sebagai berikut.

·        Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.

·        Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.

·        Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.

·        Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.

·        Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

·         Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Simpulan tujuan diatas, bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar diharapkan agar siswa mendapat bekal yang matang untuk mengembangkan potensi dirinya sendiri dalam dunia  pendidikan dan dapat hidup bermasyarakat dengan baik. Pada bidang pengetahuan, peserta didik dapat memiliki pemahaman pemahaman yang mendasar tentang kebahasaan, terutama bahasa baku, serta mempunyai sikap positif terhadap pembelajaran bahasa Indonesia

D.    Metode atau Media Mengajar dalam Pembelajaran

Sri Anitah W, dkk (2019:5.4) berpendapat bahwa  Metode mengajar ialah satu komponen yang digunakan pada kegiatan pembelajaran. Karena demi mencapai tujuan pembelajaran itu membentuk kemampuan siswa dan diperlukan adanya metode atau cara mengajar yang lebih efektif. penggunaan metode ataau media mengajar disini harus menciptakan terjadinya interaksi antar peserta didik, maupun peserta didik dengan pendidik, sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal. Oleh sebab itu, dalam memilih dan menerapkan metode mengajar pendidik mengutamakan melakukan tindakan. Bagaimana cara agar peserta didik belajar efektif dan maksimal. Sehingga dapat tujuan pembelajaran yang di harapkan.

 Ahmad Susanto (2013:43) mengemukakan bahwa Metode mengajar merupakan  cara yang digunakan guru dalam mengorganisasikan serta megkoordinasikan  kelas pada umumnya. Dalam menyajikan bahan ajar khususnya. Metode diperlukan dalam rangka agar pendidik dan peserta didik  mencapai tujuan pembelajaran, di mana dengan metode tersebut bisa memudahkan peserta didik menerima serta memahami materi pelajaran yang diberikan oleh pendidik atau Guru.

 Berdasarkan pendapat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pentingnya metode mengajar adalah komponen dari media untuk mengajar dalam proses pembelajaran. Karena metode atau media mengajar memudahkan siswa dalam mencerna materi yang diajarkan oleh guru, dan juga dapat berperan pada proses pembelajaran yang berjalan secara efektif.

E. Media Belajar

1. Pengertian Media belajar

Kata media berarti perantara . Media belajar ialah sesuatu yang dapat berfungsi sebagai perantara, sarana ataupun alat untuk komunikasi suatu  proses belajar mengajar. Media merupakan bentuk perantara yang dipakai oleh Guru, sehingga ide tersebut bisa sampai dan di perjelaskan dengan baik ke peserta didik.

Oemar Hamalik (1986:43), mengemukakan bahwa Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan atau pikiran. Pada saat ini, gambar tidak hanya dalam bentuk 2 dimensi , ada juga yang 3 dimensi .

2.      Media Gambar

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa Gambar merupakan  tiruan, yang dapat berupa barang, binatang, tumbuhan dan lainnya. Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa  media gambar merupakan  suatu bentuk visual, dapat dilihat, namun tidak memiliki unsur suara ataupun audio Fungsi media gambar ialah memvisualkan kegiatan belajar pada peserta didik, guna memotivasi belajar peserta didik agarmempermudah konsep pembelajaran yang kompleks dan abstrak menjadi lebih mudah dipahami.

Fungsi media gambar pada proses kegiatan pembelajaran:

·        fungsi atensi : Dimana  gambar mengarahkan perhatian siswa agar berkonsentrasi pada materi pelajaran yang ditampilkan menjadi bermakna.

·        Fungsi Afektif : Dimana media gambar dapat terlihat pada ketertarikan peserta didik saat belajar.

·        Fungsi Kognitif : Dimana  gambar terlihat dari penelitian bahwa lambang visual  mempemudah pencapaian tujuan pembelajaran agara peserta didik mampu memahami dan mengingat materi yang di pelajari.

3.      Manfaat Media Gambar

 Subana (1998:322) mengemukakan manfaat dari media gambar dalam proses pembelajaran :

·        Meningkatkan ketertarikan peserta didik

·        Mempermudah pemahaman peserta didik

·        Mempermudah pemahaman untuk peserta didik, secara abstrak.

·        Memperluas bagian penting dan bagian kecil sehingga dapat diamati.

·        Menpersingkat  suatu uraian penjelasan .

 

 

4. Jenis-Jenis Media Gambar

Jenis media gambar diantaranya:

·        Realita yaitu konsep nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. Misal contohnya: Pemandangan .

·        Model  tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda yang sebenarnya. Seperti contohnya: mobil-mobilan.

·        Benda Grafis yang penampilannya tidak diproyeksikan.

·        Display yang dipasang di tempat tertentu.

5. Kelebihan Media Gambar

·        Bersifat konkrit, gambar lebih realistis .

·        Gambar dapat mengatasi batasan ruang

·        Media gambar dapat mengatasi keterbatasan dari suatu pengamatan

·        Memperjelas masalah dalam skala kecil di bidang apa saja

·        Mudah didapatkan dan digunakan

6. Kelemahan Media Gambar

·        Gambar menekankan persepsi dari  indera mata

·        Gambar berada terlalu kompleks untuk kegiatan pembelajaran

·        Ukuran sangat terbatas

7. Contoh Media Gambar

Contoh media gambar untuk membantu proses pembelajaran :

·        Poster adalah gambar berbentuk ilustrasi yang disederhanakan,  Tujuannya menarik perhatian , memotivasi, dan lain sebagainya.

·        Kartun adalah gambar unik untuk mengemukakan gagasan.

·        Komik adalah gambar yang unik selain kartun.Bedaannya, komik memiliki karakter yang memerankan cerita .

·        Gambar Fotografi adalah gambar diambil diambil dengan suatu alat digital seperti kamera .

·        Grafik adalah gambar yang penyajian datanya berupa angka dari suatu data.

·        Bagan adalah kombinasi antara  media grafis dan foto, menggambarkan suatu fakta atau gagasan dengan cara yang logis . Fungsinya untuk menampilkan perbandingan.

·         Diagram adalah gambaran untuk menerangkan suatu data yang disajikan

 

 


 

BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

 

A.     Subjek, Tempat dan Waku Penelitian

1.        Subjek Penelitian

Pada penelitian ini, penulis memilih mata pelajaran Bahasa Indonesia mengenai perkembangan  Alat Tekhnologi Tranportasi . Kelas yang dijadikan sebagai penelitian yaitu siswa kelas III SD Insan Mandiri Bandar Lampung Tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 25 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan.

2.      Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di kelas III tahun  pelajaran 2020/2021 di SD Insan Mandiri Bandar Lampung yang beralamatkan Jalan Ratu Dibalau Gang Cempaka 8 Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.

3.      Waktu Penelitian

Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan pada 26 Oktober 2020 untuk pra siklus , tanggal 02 November 2020 untuk siklus pertama dan tanggal  09 November 2020 untuk siklus kedua. Berikut tabel jadwal pelaksanaan pembelajaran siklus:

TABEL 3.1

JADWAL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS

No

Tanggal

Materi

Keterangan

1

26 Oktober 2020

Alat Tekhnologi Transportasi

Pra Siklus

2

02 November 2020

Alat Tekhnologi Transportasi

Siklus I

3

09 November 2020

Alat Tekhnologi Transportasi

Siklus II

 

Pihak yang membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini yaitu supervisor 1 sebagai pembimbing.

B.       Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran

Sebelum melakukan penelitian tindak kelas terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu dalam pelaksanaan penelitian  ini melalui langkah siklus sebanyak dua siklus. Dari masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu:

Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Acting), Pengamatan (Observasing) serta  Refleksi (Reflecting) (Suhasimi Arikunto, 2006). Desain prosedur perbaikan pembelajaran sebagai berikut.

1.      Pra Siklus

a.       Perencanaan

Sebelum memulai pembelajaran guru mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan. Guru mempersiapkan RPP serta menyusun instrumen penelitian lembar pengamatan terhadap minat siswa.

b.      Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, peneliti/guru  melaksanakan pembelajaran yaitu  menyampaikan tujuan pembelajaran sebelum masuk ke materi inti, memotivasi siswa, menjelaskan materi menggunanakan media gambar poster, mengajukan pertanyaan  yang berkaitan dengan materi yang telah dijelaskan  dan melakukan evaluasi belajar siswa.

c.       Pengamatan

Pada tahap pengamatan ini peneliti/guru  mengamati aktivitas siswa, berusaha mengumpulkan data sesuai dengan indikator yang dicapai siswa.

d.      Refleksi

Pada tahap ini guru melihat hasil aktivitas dalam kegiatan pembelajaran serta pemahaman siswa, sehingga guru perlu merencanakan kembali untuk siklus I.

 

2.      Siklus I

a.         Perencanaan

Pada kegiatan pembelajaran sebelumnya ada sebagian banyak ditemukan bahawa siswa masih kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran. Untuk itu guru lebih mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam proses pembelajaran seperti penyusunan RPP (Rencana Perbaikan Pembelajaran), peneliti/guru mempersiapkan media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran serta lembar kerja kepada siswa, mempersiapkan beberapa pertanyaan yang akan di ajukan kepada siswa mengenai materi pembelajaran, mempersiapkan daftar pengamatan dalam mengumpulkan data mengenai aktivitas siswa.

b.         Pelaksanaan

Pada tahap ini, peneliti / guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik, guru menyampaikan materi dengan menggunakan media gambar , masing-masing siswa mengerjakan latihan pada lembar kerja siswa sebagai acuan yang harus di pahami oleh siswa dan diselesaikan siswa, guru bersama siswa membahas  guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami, guru memberikan pertanyaan pada masing-masing siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru, grur memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan mengenai materi yang telah dipelajari, gruru memberikan penguatan di akhir pembelajaran. Pelaksanaan ini dilakukan secara dalam jaringan (daring). Sehingga lebih memusatkan pada media ajar visual berbentuk poster  untuk meingkatkan kemampuan belajar siswa.

c.         Pengamatan

Pada tahap ini peneliti mengamati aktivitas siswa dengan mencatat kejadian dalam proses pembelajaran berlangsung untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi yang telah dipelajari, mengamati keaktifan siswa dalam berpartisipasi pada kegiatan pembelajaran. Selain itu, peneliti / guru mengamati peristiwa mengenai pemahaman materi berdasarkan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan serta kreatifan siswa dalam  mengajukan pertanyaan, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan kesimpulan.

d.         Refleksi

Peneliti melakukan analsisis mengenai pembelajaran yang telah dilakukan berdasarakan pengamatan berdasarkan data yang diperoleh guru mengenai aktivitas siswa dengan meningkat atau tidaknya minat belajar siswa setelah menggunakan metope tanya jawb dalam pembelajaran . Peneliti mencatat kekurangan pada siklus I, sehingga perlu merencanakan kembali pada siklus II.

3.      Siklus II

a.       Perencanaan

Pada tahap perencanaan di siklus II, yaitu berdasarkan dari analisis siklus I, menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran  (RPP) siklus II, memberikan arahan kepada peserta didik dalam proses kegiatan pembelajaran serta lebih memperjelas mengenai materi yang sampaikan, hal tersebut sama seperti siklus I yaitu melalui dalam jaringan (daring), guru mempersiapkan lembar aktivitas mengenai peningkatan kemampuan belajar siswa.

b.      Pelaksanaan

Pada tahap ini berkaitan dengan langkah-langkah pembelajaran, yaitu memberikan topik permasalahan serta memberikan media gambar, guru mengajukan pertanyaan kepada siswa dan siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru, siswa diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang di sampaikan. Siswa memberikan kesimpulan mengenai materi yang telah diajarkan oleh guru, kemudian guru memberikan penguatan kepada siswa mengenai kesimpulan materi yang disampaikan siswa.

c.       Pengamatan

Pada tahap pengamatan ini guru mengamati aktivitas siswa mengenai keaktian siswa dalam meningkat atau tidaknya kemamapuan  belajar siswa pada kegiatan proses pembelajaran, sesuai dengan indikator yang dicapai siswa.

d.      Refleksi

Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus ini, bahwa tidak diperlukan tindakan pada siklus berikutnya. Dalam siklus II ini siswa sudah mengikuti pembelajaran dengan baik ditandai dengan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan berpartisipasi dalam proses pembelajaran.

 

C.       Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil observasi dalam menganalisis aktivitas belajar siswa terkait dengan minat siswa dalam proses kegiatan pembelajaran. Observasi adalah suatu teknik atau cara mengumpulkan data yang sistematis terhadap obyek penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung (Hardani, dkk 2020:125). Data kualitatif diperoleh dari observasi dengan menggunakan lembar panduan observasi yang digunakan untuk mengetahui kemampuan  belajar siswa setelah diterapkan media gambar pada proses pembelajaran bahasa Indonesia .

Dalam mengetahui kemampuan belajar siswa dengan menggunakan media gambar poster dalam pembelajaran, peneliti menganalisis menggunakan rumus sebagai berikut:

 

 

(Sugiyono, 2012:25)

Keterangan:

   : Persentase aktivitas siswa

 : Jumlah indikator aktivitas yang dilakukan siswa

   : Jumlah indikator aktivitas keseluruhan

      Tabel 3.2 Kriteria Pesentase Minat Belajar Siswa

Persentase Skor Minat (%)

                          Kriteria

76-100

Tinggi

56-76

Sedang

0-56

Rendah

      (Suharsimi Arikunto dalam Sriani, 2013:28)

 

      Berikut adalah tahapan kegiatan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan:

 

SIKLUS I

      REFLEKSI

    PERENCANAAN

     PELAKSANAAN

    OBSERVASI

 

 

 

 

 


Gambar 3.1 Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Tindakan Kelas Siklus I

 

 

SIKLUS II

     REFLEKSI

    PERENCANAAN

     PELAKSANAAN

   OBSERVASI

 

 

 

 

 

 


Gambar 3.1 Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Tindakan Kelas Siklus II

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A.  Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan selama pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 terhadap kelas 3 SD Insan Mandiri Bandar lampung melalui penerapan media gambar poster untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia diperoleh hasil observasi mengenai kemampuan  belajar siswa sebagai berikut.

-Pra Siklus

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan mengenai kemampuan belajar siswa pada pra siklus siswa yang berada pada rentang skor 0-56 adalah 10 siswa denga kriteria minat siswa yang rendah , sedangkan rentang skor 56-76 adalah 12 siswa dengan kriteria minat siswa sedang , dan  pada rentang skor 76-100 adalah 3 siswa dengan kriteria minat siswa tinggi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa minat belajar siswa masih sangat rendah, dikarenakan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan antusias hanya beberapa siswa. Sehingga dilakukan siklus I yaitu perbaikan pembelajaran daripada pra siklus, guru berusaha lebih baik lagi dengan menggunakan media gambar  dengan memberikan pertanyaan secara langsung kepada siswa, namun dengan memberikan dorongan terhadap siswa agar siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik serta siswa mampu mengajukan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang disampaikan.

-Siklus I

Berdasarkan pengamatan pada siklus I , yang mengacu pada siklus sebelumnya, bahwa terdapat peningkatan dari skor/ nilai yang diperoleh mengenai pengamatan terhadap kemampuan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pada rentang skor 0-56 tidak terdapat siswa yang mendapatkan nilai rendah, sedangkan pada rentang skor 56-76 terdapat 12 siswa dengan kriteria siswa sedang dan pada rentang skor 76-100 terdapat 13 dengan kriteria minat siswa tinggi. Hal tersebut dapat diartikan terjadi peningkatan kemampuan  belajar siswa, dalam hal ini sangat berpengaruh pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa.

-Siklus II

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada siklus II ini,  terjadi peningkatan terhadap kemampuan belajar siswa dengan menggunakan media gambar poster untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada rentang skor 0-56 tidak terdapat siswa yang termasuk ke dalam kategori rendah. Sedangkan pada rentang skor 56-76 terdapat 6 siswa dengan kategori kemampuan belajar sedang dan pada rentang skor 76-100 terdapat 19  siswa dengan katergori kemampuan belajar yang tinggi. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan belajar siswa, hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan media gambar poster..

B.  Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Terdapat peningkatan kemampuan siswa dengan menggunakan media gambar poster yaitu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

1.      Siklus I

Pada siklus I dilakukan melaui dalam jaringan (daring) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan  belajar siswa dengan menggunakan media gambar berwarna pada pelajaran Bahasa Indonesia. Pada siklus tersebut terdapat perbedaaan skor terhadap pra siklus. Siklus I rata-rata siswa memperoleh kategori baik selebihnya memperoleh kategori sangat baik berdasarkan perhitungan skor pada observasi minat belajar siswa.. Pada pra siklus siswa tdak aktif dalam mengikuti pelajaran. Namun pada siklus I rata-rata siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias. Karena pada siklus I telah menggunakan metode gambar berwarna dimana media  tersebut menuntut siswa agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada guru terkait dengan materi yang belum dipahami. Dalam siklus I siswa sudah menunjukan antusiasnya dalam mengikuti proses pembelajaran dengan aktif dalam menjawab pertanyaan serta mengajukan pertanyaan. Pada siklus ini guru berperan dalam memberikan dorongan kepada peserta didik serta menghargai jawaban yang disampaikan speserta didik atas pertanyaan yang diberikan, setelah semua pertanyaan diajukan kepada guru, guru memberikan pembahasan mengenai jawaban dari siswa. Pada siklus ini terjadi peningkatan kemampuan belajar siswa yang tinggi dengan menggunakan media gambar berwarna Namun pada siklus ini perlu dilanjutkan ke siklus II karena masih beberapa siswa yang kurang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.

2.      Siklus II

Pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibanding sebelumnya di siklus I, pada siklus ini digunaka media gambar poster , yang mana poster tersebut digunakan untuk media pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Dalam siklus II untuk siswa dengan  kategori sangat baik lebih banyak dibanding siklus I. Pada siklus ini siswa telah dengan mudah memahami materi yang diajarkan karena siswa hanya perlu pemahaman lebih lanjut dari kegiatan siklus I dan siswa telah termotivasi untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media gambar poster. Hal ini dapat menuntut siswa agar lebih aktif dan berani dan memberikan pertanyaan atau jawaban sehingga siswa lebih tertarik dan semangat dan mengikuti kegiatan pembelajaran

 

 


 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

A.     KESIMPULAN

Dari hasil penelitian tindakan kelas diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan media gambar poster kepada siswa dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III SD Insan Mandiri Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2020/2021. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media gambar poster mampu meningkatkan kemampuan belajar siswa . Karena dengan menerapkan media gambar  didalam proses pembelajaran aktivitas siswa dituntut agar lebih aktif untuk berinteraksi sesama siswa maupun guru. Sehingga terjadinya perubahan aktivitas siswa yang lebih aktif dan lebih memahami materi yang disampaikan. Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan media gambar poster ini siswa termotivasi untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Pada pra siklus rata-rata skor siswa memperoleh  62,2 dengan kategori rendah sedangkan pada siklus 1 siswa mengalami peningkatan yaitu memperoleh rata-rata skor sebesar 77,88 dengan kategori tinggi dan pada siklus II rata-rata siswa memperoleh peningkatan dengan rata-rata skor 80,92 kategori tinggi. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa media gambar poster dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa.

B.     SARAN TINDAK LANJUT

Berdasarkan penelilitian tindakan kelas, saran yang mungkin menjadi bahan masukan antara lain sebagai berikut:

1.      Bagi guru dalam proses pembelajaran harus mampu mengelola proses pembelajaran pada suatu media yang diterapkan dapat berjalan sesuai harapan.

2.      Sebaiknya guru lebih inovatif lagi, dalam menilik faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam pembelajaran.

 

3.      Bagi siswa, sebaiknya mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keaktifan dalam proses pembelajaran.

Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran wajib dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, karena mata pelajaran tersebut mempelajari tentang kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang wajib kita junjung tinggi sebagai warga Negara Indonesia seperti yang tertuang dalam isi sumpah pemuda.

            Kemampuan merupakan suatu kesanggupan seseoramg untuk melakukan sesuatu. Kemampuan meliputi kesanggupan seseorang menyelesaikan atau mengerjakan sesuatu..Belajar adalah suatu bentuk proses yang dilakukan oleh seseorang atau tiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, sikap, pola pikir, pemahaman dan berbagai kemampuam lainnya. Jadi, istilah kemampuan belajar merupakan kesanngupan seseorang untuk berproses mendapatkan perubahan pengetahuan.

Pada proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, guru memberikan penjelasan mengenai materi ajar yang akan disampaikan dengan baik yaitu menggunakan media pembelajaran. Namun dalam kegiatan tersebut masih terdapat siswa yang tidak mengikuti pembelajaran dengan aktif, bahkan ada salah seorang siswa yang tidak memperhatikan guru dapat dilihat pada link:

https://youtu.be/xc0se5lAZtg

video tersebut hampir menggambarkan keadaan kelas yang telah dilaksanakan sebelum proses pembelajaran melaui dalam jaringan (daring).

Media pembelajaran adalah alat bantu   proses belajar mengajar yaitu  segala sesuatu yang dapat  dipergunakan untuk  merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan  atau keterampilan pendidik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada peserta didik.

Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan  Media Gambar Poster  Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun Pelajaran 2020/2021.

E.   Rumusan Masalah

Bardasarkan latar belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Upaya Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan  Media Gambar Poster  Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun Pelajaran 2020/2021.

F.   Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Bahasa Indonesia Materi Alat Tekhnologi Transportasi Menggunakan  Media Gambar Poster  Pada Siswa Kelas III SD Insan Mandiri Tahun Pelajaran 2020/2021.

G.   Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini di antaranya:

·        Bagi Siswa

a.       Mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.

b.      Siswa dapat menyelesaikan dengan baik lembar kerja yang diberikan guru.

c.       Memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.

·        Bagi Guru

-         Memperhatikan faktor yang mempengaruhi kemampuan belajar siswa.

-         Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

-         Mempermudah guru mengetahui pemahaman siswa mengenai materi Bahasa Indonesia yang diberikan.

·        Bagi Sekolah

-         Menjadi sarana proses pembelajaran yang efektif dan efisien di sekolah

-         Meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah


DAFTAR PUSTAKA

 

Anitah,Sri dkk. (2019). Strategi Pembelajaran di SD. Tanggerang Selatan:    

        Universitas Terbuka.

Arikunto,Suharsimi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Djamrah, Syaiful Bahri. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamrah, Syaiful Bahri dan Aswin Zain. (2010). Strategi Belajar Mengajar.  

     Jakarta: Rineka Cipta.

Ibrahim, R dan Nana Syaodih. (2010).  Perencanaan Pengajaran.Jakarta:  Rineka                  Cipta.

Lefudin. (2014). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish.

Parnawi, Afi. (2019). Psikologi Belajar. Yogyakarta: Deepublish.

Rusman. (2017). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sabri, A. (2005). Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching. Jakarta:

  Quantum..

Semiawan, Cony. (2009). Psikologi Anak Berbakat. Jakarta: Gramedia.

Slameto.(2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka

  Cipta.

Solihatin, Etin. (2009). Strategi Pembelajaran PKn. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Susanto, Ahmad. (2013). Teori Belajar dan pembelajaran di Sekolah Dasar.

            Jakarta: Prenadamedia Group.

Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


silakan download contoh karil : klik disini

semoga blog ini dapat menjadi referensi teman-teman

Ringkasan Materi PPKn Kelas 4 SD - Gotong Royong

ilustrasi gambar Gotong Royong Bab ini menekankan pentingnya perilaku bergotong royong di masyarakat. Kerja sama atau yang biasa...